Para calon Mahmud (mama muda) yang saat ini tengah mengandung sang buah hati, pasti sedang cari-cari informasi bagaimana mengasuh anak dengan baik. Yups, keluarga adalah pendidikan paling utama untuk sang buah hati. Lewat lingkungan keluarga anak mulai belajar, dari hal kecil sampai hal yang besar. Misalnya, anak mulai bisa berjalan, tau bagaimana sikap ketika sedang makan itu dari lingkungan keluarga, terutama Ibu. Kalau saja ibu sejak awal mengajari sang anak makan dengan menggunakan tangan kiri, maka hal tersebut akan dilakukan sang anak sampai dewasa.
Sikap dan perilaku anak dapat tercermin dari pola pengasuhan ibu yang baik. Lalu bagaimana pola pengasuhan yang baik?
Disiplin? Keras? Atau bahkan dibiarkan begitu saja?
Nah untuk para mahmud yang sebentar lagi akan mengasuh sang buah hati, ada salah satu pola asuh yang dapat dipraktekan.
Pola asuh otoriter, pola pengasuhan otoriter yang dicetuskan oleh Diana Baumrind dapat membentuk perilaku anak yang bertanggung jawab, lebih percaya diri, dan mudah bersosialisali.
Lalu bagaimana pola pengasuhan otoriter tersebut? Pengasuhan otoriter adalah sebuah pengasuhan dimana sang ibu memberikan kebebasan untuk buah hati. Namun, dengan catatan anak mampu bertanggung jawab dengan apa yang ia lakukan. Dalam pola pengasuhan ini ibu tidak mengekang anak, ibu memberikan kebebasan tapi tetap memberikan pengawasan.
Dengan pengasuhan otoriter anak dapat belajar bertanggung jawab. Ia juga dapat belajar bagaimana menyelesaikan masalahnya sendiri. Dengan itu anak dapat dengan mudah untuk bergaul dengan teman-teman dilingkungan.
Sering sekali anak dikekang untuk melakukan hal-hal yang ia minati. Atau bahkan anak dikekang untuk tidak bermain dilur rumah. Itu salah, anak memiliki masa dimana ia harus belajar untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Mereka juga butuh bergaul untuk mendapatkan banyak teman. Anak akan lebih percaya diri ketika ia pandai bergaul dengan teman-temanya. Mulai sekarang jangan lagi kekang segala kegiatan anak. Berikan kebebasan anak namun tetap terus awasi anak.